Adding Value dengan Branding, emang bisa?
Jawaban dari pertanyaan yang ada pada judul tentu saja, BISA! Kebanyakan orang selama ini memahami branding hanya sekedar membuat logo, nama yang menarik, dan mungkin ada sedeikit yang menggunakan mascot. Padahal, branding itu lebih dari sekedar membuat logo, nama ke-inggris-inggrisan, atau membuat mascot. Branding bisa dikatakan sebuah proses penting yang mengubah produk atau layanan biasa saja (umum) menjadi sebuah proposisi bermakna atau bahasa kerennya meaningful proposition.
Proposisi inilah yang nantinya menjadi nilai tambah, yang mendorong konsumen atau pelanggan untuk tidak sekedar membayar lebih, tapi dengan penuh kebanggan menceritakannya kembali atau bahkan merekomendasikannya ke orang lain.
Proposisi ini terletak pada dimensi-dimensi yang saling terhubung satu sama lain, dan branding adalah mekanisme utama untuk mewujudkannya. Mari kita bahas dimensi-dimensi ini satu persatu.
- Dimensi Ekonomi
Pada dimensi ini, branding bekerja dalam menciptakan harga yang premium. Caranya adalah dengan membangun brand equity, ap aitu? Brand equity adalah nilai tambah yang diberikan sebuah merek kepada produk atau layanan. Mudahnya, ada dua pasang sepatu. Keduanya memiliki warna yang sama, fungsi yang sama, dan bentuk yang sama. Tapi, sepatu pertama tanpa merek, sedang yang kedua memiliki merek, sebut saja Nike. Tentu sepatu dengan merek Nike akan dihargai lebih mahal ketimbang sepatu pertama.
Pada dimensi ekonomi ini, branding memiliki manfaat yang sangat-sangat menguntungkan. Keuntungannya berupa profit margin yang tinggi. Seperti contoh sebelumnya, sepatu yang sama, warna, fungsi, dan bentuknya. Itu menandakan cost produksinya mirip atau bahkan sama. Tapi, memiliki harga jual yang berbeda, karena sepatu yang satunya memiliki merek sedang yang lainnya tidak bermerek.
- Dimesni Psikologis
Sebuah brand yang sukses tidak hanya sekedar menjual produk yang ditempel logo brand tersebut, kemudian dihargai sangat mahal. Brand yang besar dan sukses, mereka menjual emosi, aspirasi, dan juga identitas. Pada dimensi psikologi, branding bekerja dengan membangun sebuah cerita brand (brand storytelling).
Cerita otentik yang bukan sekedar karangan basi, melainkan narasi yang beresonansi. Narasi yang nantinya mampu menciptakan ikatan antara brand terhadap konsumen dengan nilai-nilai, impian, atau pengalaman konsumen. Narasi ini akan membangkitkan emosi positif seperti kebahagiaan, inspirasi, atau bisa juga nostalgia.
- Dimensi Fungsional
Pada dimensi ini, branding bekerja dengan mekanisme penjagaan dan konsistensi mutu atau kualitas dan juga jaminan pelayanan. Hal ini akan menimbulkan efek ‘pembeli tidak perlu piker panjang, langsung check out’. Sebagai contoh, seseorang ingin membeli sebuah telfon genggam. Kemudian dia dihadapkan pada dua pilihan, antara handphone bermerek Samsung atau handphone yang entah dari mana asalnya, namanya pun sulit terbaca. Dengan harga yang sama, tentu tanpa piker panjang, dia akan membeli handphone bermerek Samsung, karena dia sudah tau kualitas dan mutu dari Samsung, juga pelayanan after sales nya lebih terjamin jika terjadi hal yang tidak diinginkan, karena service centre Samsung mudah ditemukan di mana saja bahkan di daerah-daerah.
- Dimensi Sosial
Pada dimensi ini branding bekerja dengan membuat desain ikonik dan khas ala merek tersebut. Bisa juga branding bekerja dengan memberikan eksklusifitas pada produk atau jasanya. Pada dimensi ini juga, branding bekerja untuk menciptakan status sosial seseorang, atau bahkan identitas seseorang. Sebagai contoh, seseorang yang menggunakan jam tangan Rolex akan dilebeli dengan orang yang sukses. Bisa juga berupa acara private bagi pemilik mobil-mobil McLarren. Dengan eksklusifitas tersebut, dan lebel identitas tersebut, orang-orang akan sukarela memarkannya ke orang lain tanpa harus dipaksa.
Bisa dikatakan, branding adalah upaya mengkonversi produk yang awalnya biasa-biasa saja menjadi sebuah barang yang memiliki makna lebih. Sudah siapkah produk mu memiliki makna lebih bagi pelanggan setia mu? Konsultasikan dengan kami di sini atau kunjungi website kami di temanmotret.com.
(ingin tau konsep branding lebih menyeluruh? Baca di sini ya)
Tim Branding strategy temanmotret.com


Mengapa Branding itu Penting? Panduan Branding Lengkap – Teman Motret
Desember 19, 2025 @ 3:50 pm
[…] (branding sebagai nilai tambah? Baca di sini) […]